Social Icons

dengan menyebut nama Allah

14/05/12

TRUE STORY


Semburat senyum menyapa pagi, mengiringi indahnya tetesan embun yang bergelayut di dedaunan, kicauan burung mengiringi suasana dingin alam yang menyentuh qolbu menyegarkan jiwa dan pikiran yang lelah habis ditelan kisah dramatis,mistis yang penuh akan hikmah yang baru saja kujalani..
Nama ku wulan, aku hanyalah seorang santri berusia 17thn yang masih labil, dan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Aku di besarkan oleh sesosok ayah yang luar biasa menjaga masa depan anaknya, dengan segala keterbatasan kita beliau selalu mengingatkan untuk saling menolong sesama muslim yang kesulitan, yang membutuhkan solusi, dan bahkan beliau mewanti-wanti agar tidak setengah-setengah dalam menolong seseorang bahkan kita harus rela berkorban untuk menolong orang yang benar-benar dalam kesulitan. Ayah memberi aku kesempatan untuk mengenal banyak karakter seseorang dengan tidak membatasi pergaulan ku dengan teman-teman di luar sana. Kepercayaan dari ayah untuk memperbanyak wawasan ini sangat tidak aku sia-siakan, akupun menggila dalam pergaulan dengan tetap teguh memegang syari’at islam. Mengenal segala karakter seseorang dengan sungguh-sungguh. Aku tidak segan untuk kenal dengan seorang pemakai NARKOBA, pemabuk, penadah barang, supir angkot, pengangguran, bahkan seorang pelacur pun aku tidak segan untuk kenal dengan mereka. Aku hanya ingin melihat realita kehidupan yang sesungguhnya, aku hanya ingin belajar dari seluk-beluk perjalanan hidup mereka dengan segala keterbatasannya dengan  harapan Allah akan memberi ku hikmah dan pelajaran atas semua kejadian yang menimpaku sehingga membuat ku lebih bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan.
Dia membuka mata hatiku.
Allah mengijinkan ku untuk mengenal sesosok manusia yang tegar, dan kuat. Dia adalah sesosok remaja yang berusia 16thn, cantik, memiliki tubuh yang kecil, berkulit putih, rambut yang ikal senyum yang manis, baik hati dan tidak sombong. Dengan segala keterbatasan nya dia tidak segan menceritakan seluk beluk kehidupan nya, keluarga nya, semuanya terkecuali ada satu hal yang tidak aku ketahui, dan tidak pernah berani dia ceritakan padaku. Hanya saja dari awal perkenalan ada sesuatu yang janggal, seolah ada rahasia yang tidak boleh aku tau.
Dia adalah teman satu SD ku dulu, sedikit aku tau masa lalunya, dan di pertemukan kembali ketika aku di bangku kelas 2 Muallimien (SMA). Kondisi keluarga nya ternyata tidak seberuntung keluarga ku, Ayahnya meninggal ketika dia duduk di bangku SMP kelas 2, pada saat itu keadaan ekonomi nya mencukupi, hidup dengan kebahagiaan yang cukup dengan ketiga kaka dan satu adik nya, katanya sih ayahnya kerja sebagai ahli terapi, tapi yang aku heran ayahnya lebih banyak menghabiskan waktu berada dalam satu ruangan yang tidak boleh seorang pun memasukinya. Semenjak ayahnya meninggal kondisi keluarganya kian berubah, kondisi ekonominya  mulai menipis apalagi dari anak ketiga sampai terakhir pada saat itu adalah masa sekolah yang membutuhkan banyak biaya, keadaan ini benar-benar mencekik ibunya yang pada saat itu secara tidak langsung menjadi sesosok ibu dan Ayah yang mencari nafkah. Ketika Ayahnya meninggal, hanya menyisakan sebagian harta berupa tanah berisikan bangunan yang belum jadi, dulu ayahnya mendapatkan itu semua dengan menghabiskan uang sebesar 120jt. Karena keadaan ekonominya yang mencekik, ibunya pun nekad menjual dengan harga 60jt itu pun hanya di bayar 50jt sisanya di tangguhkan, sungguh ironis. Uang yang 50jt itupun sangat tidak terasa keberadaannya. Dipakai ngeredit motor, bayar tunggakan rumahnya yang dulu, daftar masuk sekolah, bisnis warung yang sekarang bangkrut, shoping, belanja, dan lain sebagainya. Sifat ibunya yang bisa di katakan boros malah semakin menambah sulit kehidupan mereka. Allah mempertemukanku ketika kondisi dia dan keluarganya benar-benar dalam keadaan nol, baik secara ekonomi ataupun secara masalah intern kekeluargaan mereka. Setelah bekerja selama 2 thn membantu ekonomi keluarga,kedua kaka nya yang paling besar pun kini sudah menikah dan pisah rumah, semenjak itu ibunya sangat sulit menggantungkan hidup, karena setiap mencoba berbisnis, pada akhirnya malah meninggalkan hutang dan hutang, sangat ironis sekali. Di tambah lagi semenjak ayahnya meninggal ternyata di balik itu semua ada sebagian hutang yang harus di selesaikan karna ulah ayahnya, entah di pergunakan untuk apa, yang pasti nilai hutang nya tidak kecil sampai berjuta-juta ada yang ke bank, rentenir, bahkan ke perorangan pun pernah ada yang menagih sampai 10jt. Entah apa yang terjadi pada keluarganya dan aku pun tak habis pikir semenjak semua itu terjadi keharmonisan keluarganya malah semakin kacau, kaka laki-laki yang paling tua malah seolah memutuskan hubungan keluargaan dengan alasan kesal, dan ingin fokus pada keluarganya, pada awalnya kaka nya yang satu ini benar-benar membantu ekonomi keluarga dengan membayar sekolah adik-adiknya, membayar sedikit demi sedikit hutangnya dan memberi sedikit rizki untuk kehidupan orangtua dan adik-adiknya. Tapi apa daya, keadaan yang terjadi benar-benar menutup dia pada rasa ikhlas untuk menolong sesama muslim terlebih ini adalah keluarganya sendiri. Sangat ironis. ketika itu aku di pertemukan dengan dia saat dia sedang ada masalah dengan keluarganya, dia memutuskan untuk menginap di rumah ku. Aku sangat welcome ketika dia hendak berbicara masalah penyakit yang di deritanya, aku sangat kaget ternyata dia bilang bahwa dia terkena penyakit kelenjar getah bening di lehernya, dan itu pun secara langsung aku lihat di bagian lehernya terdapat banyak benjolan-benjolan yang menghawatirkan, setelah di periksa secara medis di rumah sakit ujung berung,  sangat sulit menemukan diagnosa yang sesungguhnya karena ketika cek darah, urin, rongsen dsb semua nya negative dan dia dinyatakan sehat, sedangkan benjolan-benjolan di lehernya terdiagnosa kelenjar TBC. Semenjak tau hal itu, aku sangat empati kepada dia, apapun dilakukan asalkan dia merasa tenang dan nyaman berada di sekitarku. Dia pernah bercerita ketika dia berada di rumah sakit tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan kakanya yang laki-laki dengan dokter bahwa dia terkena kanker otak dan di vonis umur nya hanya tinggal 3 bulan lagi..
Hatiku terpukul, rasa ibaku meledak menjadi tangis yang penuh akan kebingungan bagaimana caranya agar aku bisa menolongnya, bagaimana aku bisa membahagiakan nya dengan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin. Pada awalnya aku masih kurang yakin bahwa dokter benar-benar memvonis hidupnya. Tapi aku mulai yakin ketika aku sering melihat nya muntah darah.. benar-benar yakin bahwa penyakit yang di deritanya bukan penyakit ringan.
Tapi yang aku heran stelah aku baca di internet masalah kelenjar TBC, penyakit macam itu tidak membuat muntah darah apalagi darah yang sering aku lihat ketika dia muntah adalah darah segar, itu sangat tidak logis kalaupun mengeluarkan darah,  keluar nya itu berupa batuk darah bukan muntah darah. Aku kubur dalam-dalam rasa keherananku itu dan tetap berkeyakinan bahwa dia sakit penyakit yang musti sesegera mungkin di sembuhkan. Suatu hari sakitnya kambuh di sekolah, muntah-muntah darah  sangat parah sampai tak sadarkan diri dan semenjak itu seisi sekolahnya tau bahwa dia sakit parah. Alhasil sekolah menyarankan untuk mengambil cuti sekolah selama penyakitnya belum sembuh. Dan pada akhirnya keseharian dia hanya di habiskan berdiam diri di rumah sendiri dalam keadaan sakit, kakanya sekolah, adik dan ibunya kerumah kakanya untuk sekedar numpang makan dan berdiam diri sampai sore menjelang. Waktu di tinggal sendiri di rumahnya dia hanya di beri makan mie instant dan telor itu pun minjam dulu ke warung terdekat.
Aku lemah ya Allah, aku merasa ragu untuk bisa menolongnya sendirian karena ini berhubungan dengan financial, baik  itu pengobatan secara terapi ataupun medis, tetap harus ada uang.
Aku mulai berinisiatip untuk minta bantuan beberapa teman untuk mengumpulkan dana pengobatan, tapi ketika dalam proses pengumpulan dana, ternyata masalah lain datang, ibu nya benar-benar sudah tidak mampu membiayai keluarganya, bahkan untuk sampai saat ini ibunya hanya bisa begantung pada anak-anaknya yang sudah menikah dan itupun hanya sedikit membantu dari segi makan sehari-hari saja, biaya mereka yang sekolah pun hanya bisa bergantung pada surat SKTM. Kini aku benar-benar di hadapkan pada realita kehidupan, membuatku menoleh ke bawah, merenung lemas, dan tak hentinya bersyukur atas nikmat yang Allah beri. Rasa susah ku ternyata belum berarti apa-apa di mata mereka yang keadaanya jauh lebih menghawatirkan. Melihat keadaan yang seperti itu, uang yang baru sangat sedikit itu pun kami putuskan untuk di pakai modal sementara membantu kesulitan mereka. Kami gunakan untuk membuat kerupuk seblak yang natinya aku jual ke sekolah-sekolah. Tidak bertahan lama, usaha kami pun gagal,  karena dari hari kehari peminat kerupuk seblak semakin berkurang usaha kami pun tidak bertahan lama. Padahal pengorbanan ku cukup kuat, harus kesiangan berangkat sekolah karena ngambil dagangan dulu, waktu istirahat tersita buat jualan, pulang sekolah pun ga langsung istirahat tapi harus ke pasar belanja dsb.
Perjuangan itu di akhiri dengan senyum bahagia aku dan dia, aku merasa menyatu dalam kehidupan karena kebersamaan kami yang benar-benar solid tiada tanding, belajar banyak tentang pengalaman darinya , mencari hikmah dan selalu senantiasa mengucap syukur bersamanya J luar biasa Tuhan indahnya ukhuwah yang Engkau berikan ini J
Hari haripun  berlalu, kami hanya dapat memandang lepas langit dengan hamparan awan biru, indah dan terasa rindang di sore itu, aku di kagetkan dengan suara rintihan dia dengan memegangi kepala mungilnya dan merintih kesakitan, tidak lama setelah itu iapun memuntahkan darah merah segar yang keluar dari mulut mungilnya, aku pandangi ia, bibirnya kering, wajah nya tampak pucat terlihat lelah di bola matanya seakan ada sesuatu yang di sembunyikan. Sungguh aku semakin tidak mengerti akan penyakit yang ia derita, apapun penyakitnya itu, aku yakin pasti ada obatnya. tak lepas di setiap sujudku aku memohon akan kesembuhan dia, akan kebahagiaan dia, dan akan masa depan dia.
Satuhal yang paling aku kagumi darinya adalah tekad untuk membahagiakan keluarganya sangat tampak besar terlihat di bola matanya, yang seolah berkata, seandainya tidak merasakan lemas nya badan, berat nya kepala dan sakitnya benjolan di leher ini aku akan menghapus setiap tangis adik yang sangat jarang makan enak, juga air mata mamah yang iba melihat anak-anaknya terlantar serta meringankan beban kakak ku yang hariharinya penuh akan cacian.
Akupun mulai membukakan relasi..
Hobi ku yang gila akan pergaulan ini memberikan inisiatip pada diri agar mau membagi anugrah pada teman-temanku yang lainnya, aku pun mulai mengenalkan satu persatu teman-temanku padanya, syukur diapun ternyata sesosok remaja yang supel alhasil teman-teman ku banyak yang simpatik padanya, terlebih dia baik, tidak sombong dan senang membantu. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan dengan seperti itu aku memohon kerjasama dan bantuannya untuk menyembuhkan sakit yang ia derita, aku yakin dengan banyak teman-teman yang peduli padanya kekuatan ini akan semakin kuat semakin kukuh untuk sampai pada tujuan utama yaitu kesembuhan dia dan akhirnya kamipun setuju dan sepakat untuk  membawa dia ke sebuah alternative herbal. Akan tetapi waktu berkata lain, pada saat itu bertepatan pada hari selasa 3 april 2012, sedang berkunjung di rumah dia, ketika itu saya merasa lega karna dia tidak sendiri di rumahnya, akan tetapi perasaanku tak tenang entah mengapa. Ketika diperjalanan , aku yang pada saat itu berada di angkutan umum menuju pulang dari sekolah mendapatkan sms dari temanku yang sedang berkunjung dirumah dia, katanya dia muntah lagi dan dia ingin aku segera berada di sampingnya. Saat itu bertepatan pada hari aku kelas musik, ketika itu masih sempat-sempatnya aku berpikir akan di datang atau tidak, mungkin karena aku terlalu sering melihatnya muntah dan setelah muntah ia kembali seperti orang sehat lainnya,  jadi aku tidak terlalu khawatir. Akan tetapi pada saat itu lain, aku benar-benar ingin menemuinya. Ketika itu hujan deras aku memutuskan untuk berhenti di depan gang rumahnya. Akupun sesegera mungkin lari untuk cepat berada di rumahnya. Dengan keadaan basah kuyup aku datang menghampirinya dan terihat ia terbaring lemas di ranjang reot penuh debu tampak darah merah segar yang kering belepotan di kedua pipinya, aku datang mengusap kepalanya dan berkata dengan sangat lembut “kamu kuat nak..kamu akan kembali sehat” diapun menarik dan memeluk ku dengan erat seperti ketakutan dengan isak tangis ia berkata “aku ga kuat terus seperti ini, aku takut..” aku melepaskan peluknya menatap dengan penuh keyakinan dan berkata “kamu pasti sembuh nak..Allah dekat dengan mu, tidak usah takut, bahkan Allah lebih dekat dari urat nadi mu..”
Tanpa banyak diskusi aku dan temanku sesegera memanggil ambulan dan membawanya ke
RSHS berharap disana akan mendapat sebuah pelayanan umat yang memuaskan, aku dan temanku ‘gembling’ dengan berbekal uang tiga ratus ribu, dan selembar kertas surat rujukan sktm ke RS.ujung berung, walaupun beda rumah sakit tapi aku berharap ini akan meyakinkan mereka, bahwa dia sangat membutuhkan bantuan pemerintah karena ketidak mampuan untuk berobat. Pada saat itu tepatnya pukul 6.30 malam dia pun dibawa ke rs, masuk keruang ugd dan langsung mendapat pelayanan dengan baik dan sangat cepat, akan tetapi aku merasa janggal dengan pelayanan mereka, tak biasanya yang menggunakan jalur sktm pelayanan nya bisa secepat itu..

#bersambung

Surat untuk Rasulullah..


 Aku minta
sudilah engkau menjumpaiku nanti
yang mungkin terengah-engah
dalam jilatan lidah api neraka
Dan izinkan aku berteduh
di bawah naungan jubahmu
yang hijau kebiruan itu..

Teruntuk insan pilihan yang kudamba.. padamu bertumpu wahai al-amin dan terpercaya peringai mu sejuk taman dahaga, damba pelita hamba, kau mata air sungai berhulu, permata hati belahan Qolbu, teladan bagi umat, cinta mu syafaat yang tak berujung.  Jika saat ini wujudmu dapat ku peluk erat, akan kuhabiskan nafas terakhirku bersama mu.. ya Rasul.. kini kerinduanku berada dalam puncak batas kesabaran seorang manusia yang hina, yang terlalu larut dalam urusan dunia.. yang terlalu terobsesi meraih cita-cita tanpa menyadari jati dirinya sebagai seorang muslimah .. ya Rasul coba dengar jeritan hati ku sekarang, penuh akan penyesalan akan kemaksiatan dunia yang meluluh lantahkan keimanan nya, ya rasul terkadang manusia benar-benar kalut dalam kefanaan dunia yang hanya sebatas tempat penantian menuju alam yang sesungguhnya. Sampaikanlah pada-Nya ya Rasul.. Aku menyesal dan aku tidak mau terus menerus berada dalam zona yang tidak aman ini..
 Ya rasul.. aku merindukan mu, benar-benar merindukanmu.. rasa rindu ini hanya dapat tersalurkan melalui sujud ku di sepertiga malam itu.. dan aku yang lemah dan hina ini banyak mengeluh dan terus mengeluh akan perubahan pada diri yang semakin lama semakin buruk adanya. ya Rasul.. aku lelah.. terkadang aku berfikir bodoh atas kehendak-Nya yang memberi ku ujian seperti ini.. mengapa harus lama aku tersadar bahwa ini semua merupakan hadiah dari-Nya, kasih sayang dari-Nya dan anugrah dari-Nya dan itu merupakan sebuah peluang untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan mu ya Rasul..aku menyesal Dia pasti kecewa karena aku tidak dapat mengelola semua pemberian dari-Nya dan aku yang bodoh dan hina ini benar-benar tak berdaya untuk menjadi kuat berada di dunia tanpa seijin-Nya..
Ya rasul.. berapa banyak urusan yang berkesudahan dengan kegembiraan, padahal permulaannya terasa begitu sangat menyedihkan, mungkin inilah yang aku perjuangkan agar pada akhirnya aku sempat melihat wajahmu yang rupawan, tutur katamu yang lembut dan menyejukan, serta perangai mu yang membuat sejuk semua orang yang berada di samping mu
Ya Rasul.. betapa tidak Dia menjanjikan keselamatan dengan mengikuti semua ajaranmu dan betapa bodohnya aku yang menyepelekan semua ajaranmu..
Ya Rasul.. bisikan pada hatiku “la tahzan wa la takhof” seperti apa yang mereka bisikan di telingaku, agar aku tidak terbiasa mengecewakanmu, dengan berputus asa akan rahmat-Nya. Ya Rasul peluk eratlah ruh ku ketika aku tertidur pulas tanpa do’a mengawalinya, karena mimpi buruk itu akan menambah kegelisahan jiwa yang haus akan kerinduan terhadap seorang insan.. aku hanya tidak ingin tergelincir pada cinta yang bukan berasal dari-Nya.. itu hanya membuat sesak di dada, itu hanya membuatku jatuh pada kemaksiatan.. dan melunturkan keimananku..
Ya rasul.. terasa menyesakan dada di kala cinta pada manusia, di khianati tinggalkan aku sendiri dan hanya air mata yang berbicara.. ya Rabb.. betapa dahsyatnya kau ciptakan kekuatan cinta di dunia membuai dan memanipulasi pikiran insan sehingga hilang rasa realistis terhadap pikiran manusia. Ya rasul.. tutuplah kedua mata dan hati ini akan nafsu jiwa terhadap cinta yang hanya akan membelenggu kepada kemaksiatan..
Ya rasul..aku berusaha meyandarkan rasa cintaku terhadap sang pencipta agar terlabuhlah rasa cintaku kepada mu.. dan kini aku hanya dapat merindu dan mengucap kata dalam imajinasi yang berharap berubah menjadi nyata. Mendamba sesosok manusia yang didalam nya terdapat jiwa seperti mu yang nantinya kucinta sepanjang masa ..

29/02/12

Buku Harian Anggi

Namaku Anggi, saat ini usiaku 16tahun lewat, banyak perubahan yang terjadi pada diriku, tubuhku, pikiranku, kelakuanku.. Emosionalku sering tak terjaga, dan datang tak terduga. terasa begitu sulit, lebih sulit dari sebelumnya. Aku seperti tertekan, berbagai komentar teman-temanku membuatku risih, Sering kali ibuku menanyaiku berbagai hal yang membuatku merasa tertekan. Apalagi yang berkaitan dengan masa depan, entahlah.. jauh dan serasa belum perlu dipikirkan.
Tentang berpikir.. sebenarnya banyak yang telah aku pikirkan, banyak sekali.. sampai yang kecil dan nggak pentingpun. Mungkin sebagian pemikiranku bisa aku andalkan untuk menghadapi desakan-desakan baru yang membingungkan! Begitu  banyak perubahan yang terjadi dan benar-benar membingungkan. Dan aku pikir itupun terjadi pada teman-temanku. Yang lebih sulit lagi, perubahan itu terus terjadi. tak terkendali.. dan seperti ingin berpaling.
Bercermin.. memandangi tubuh.. hmm banyak yang berubah dari sebelumnya, aku merasakan beberapa bagian tubuhku membesar. Sebagian banyak perubahan dari tubuhku menjadi perhatian yang serius oleh ibuku. Banyak pengetahuan yang aku dapatkan darinya.
Tinggi tubuhku sedikit diatas rata-rata orang asia atau mungkin sama pada umumnya, yang jelas tidak kurus kaya paku maupun kurang gizi, meskipun  nggak montok.. sukurlah gigiku nggak berantakan, hidung jelas nggak mancung, tapi bentuknya lumayan menarik kata temanku sih.. Rambuku lurus sebahu dengan potongan sederhana, nggak neko-neko, kulitku agak sawo matang..tapi manis deh, sekali lagi kata temen-temenku.
Hmm.. serasa setiap bagian penampilanku menjadi pusat perhatian. Namun aku nggak terlalu yakin apakah aku menyukainya apalagi merasa bangga terhadap semua perubahan-perubahan yang terus terjadi tanpa kompromi.
Ada yang hampir  tak berubah.. pembawaanku.. meski aku dilanda emosi aku terbiasa bersikap tenang.. Mungkin dari banyaknya pemikiran-pemikiranku yang selalu menjalar-jalar, menembus keremangan, bergelora menggapai berbagai tantangan, bergelut dengan bacaan-bacaan yang menumpuk di rak-rak buku ayahku.
Mungkin sebagian teman-teman menganggap pemikiranku diatas kenormalan orang seusiaku. wow, bukankah itu baik.. Bukankah semua orang mengatakan kita harus bahagia dengan diri kita sendiri.. Apalagi yang ditudingkan oleh sebagian temanku adalah aku berada diatas rata-rata.. maksudku pemikiranku.. yah, meskipun penampilanku nggak tren-tren amat, setidaknya apa yang aku pikirkan adalah sesuatu yang lebih maju.. lagi pula bukankah orang yang mengikuti tren itu sebenarnya yang nggak bisa membawa jati diri dengan bijak, hanya mengikuti dan meniru.. yang menurutku nggak kreatif.
Setidaknya aku tahu bahwa ada sesuatu yang penting dalam diriku, dan aku mulai menyadarinya.. meskipun kenyataannya tidak sesederhana itu.
Sejak kecil aku diajari untuk selalu bersukur dengan apa yang ada pada diriku. Sedikit demi sedikit aku mulai mengerti apa makna sukur itu, sekilas hanya seperti untuk menyenangkan diri kita sendiri atau mengelabui hasrat kita, tapi tidak.. bukan begitu, itu hanya pemikiran negative yang meletup-letup.. dan hanya orang yang picik yang selalu mencari celah untuk menjauh dari kebaikan. Kita bukannya melenakan diri untuk mulai merasa bisa hidup dengan apa yang tidak disukai dalam diri kita, tapi kita ikhlas menerima dan bersukur dengan apa yang ada pada kita.
Sebagian  teman-temanku mengejek sebagian yang lain dengan mengatakan kekurangan-kekurangannya. Dan ditanggapi dengan berbagai tingkah yang tidak mengenakan.. sebagian gelisah dan tidak tenang dengan ejekan tersebut, yang terkadang menjadikan beban yang tak terpikirankan sebelumnya.
Bagiku semua itu hal yang sering aku remehkan, karena aku tidak berkepentingan dengan hal itu, tapi ketika hal itu menjadi beban temen-temanku, serasa aku ikut terlibat. Akupun jadi ikut bercermin dan membenahi diri sepatutnya, yang lebih lagi mencari-cari hal yang menjadi ejekan tadi.
Memantaskan diri di cermin, bukankah itu baik.. banyak yang harus disukuri ketika kita bercermin. meskipun aku sibuk melihat perubahan-perubahan yang terus terjadi pada tubuh ini, dan yang jelas perubahan tubuh dan hidup kita tak pernah sama lagi.
Ketika bercermin menatap mata, dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada diriku. Terkadang aku terhempas.. merasa kesepian. Sesekali ada rasa energi tidak terbatas lalu lunglai tanpa sebab. Tapi aku harus tangguh mengahadapinya, setidaknya itu kata ayahku, meski kadang tak berdaya dan benar-benar bingung.
Oh.. bukankah ini sebuah kehidupan..? bukankah yang terjadi semua itu menandakan keberadaanku dalam hidup ini, meniti sedikit demi sedikit. Merasakan yang sedang terjadi, mengamati perubahan.. aku bukan yang seperti aku yang sebelumnya.. aku mulai mendengar dengus nafasku,  degup jantungku, dan mengedik-ngedipkan mataku dengan sadar.
Walau aku belum pasti mau jadi apa nantinya aku.. Setidaknya aku bisa merasakan keberadaanku sekarang... melalui pengetahaunku yang terbatas saat ini, dengan berbagai kegalauan perasaan, yang diiringi was-was.. dan kebingungan.
Anehnya.. aku merasa seperti beruntung.. bisa selamat melewati masa-masaku dulu sampai saat ini.
Hmmm.. kemana saja aku selama ini?
Didepan cermin.. kucoba memahami diriku, tepatnya memperhatikan, kupandangi tubuh ini, kulebarkan jemariku dan kubolak-balikan, lalu kusentuh wajahku, ini adalah wajah satu-satunya yang kumiliki.. yang Tuhan beri yang  harus ku syukuri dank u miliki. Ya, mau tidak mau.
Aku merasa kali ini aku begitu detail memperhatikan semua bagian tubuh. Tubuhku satu ini, yang kumiliki.. Tubuh yang kubawa kemana aku pergi, tubuh yang mebalutku, dulu belum  berwujud, lalu berubah jadi bayi. Tumbuh.. dan sekarang seperti ini, tubuhku yang kupandangi didepan cermin saat ini.. Suatu saat bila bisa sampai..  tubuh ini menjadi tua dan mengeriput.. lalu mati..
Tubuhku yang harus kumiliki, mau tidak mau, yang setia sampai mati, yang semestinya harus kujaga dan kurawat.
Aku beruntung memiliki tubuh yang tumbuh normal, mekar dengan wajar, tentunya lebih mudah untuk menerima dan bersukur, ada orang yang mendapati tubuhnya tidak senormal orang lain, atau tumbuh tidak wajar, hingga harus berusaha sekuat mungkin untuk menerima dan memahami kondisi diri.
Menjadi sering bercermin, pandangi diri dengan seksama,  wajahku tak gampang berjerawat, yang sering kali menjadi momok temen-temenku. Ibuku sering memberi tahu perubahan-perubahan  yang akan dialami pada masa-masaku, hingga aku menjadi tidak terlalu kaget, meskipun ada rasa yang cukup aneh ketika melihat perubahan yang terjadi pada tubuhku. Meski kadang merasa terlalu diatur tapi nasehat-nasehat ibu selalu kuturuti, untuk menjaga sikap dan berpenampilan dengan wajar. Lagi pula aku memang tidak suka bersolek apalagi mengikuti trend seperti yang dilakukan sebagaian banyak teman sekolahku. Sebagian orang bilang masa remaja berkaitan dengan puber, mungkin ini sebutan buat para remaja yang gampang emosional dan yang membuat  uring-uringan tanpa sebab, mudah terharu, atau kadang jengkel pada seorang cowok yang sering mengganngunya namun kemudian menjadi gugup setengah mati dengan berbagai pujian darinya.
Kembali ke cermin, banyak kebingungan yang aku hadapi, namun aku mencoba untuk memecahakannya dan menempuh jalan sendiri, sedikitnya aku mulai paham atau paling tidak memahami dengan seksama melalui kesadaran.
Mengenai perubahan yang terus terjadi pada tubuhku, yang jelas aku akan selalu mencoba untuk berbahagia. dan berdamai dengannya. setidaknya untuk saat ini, dengan pengetahuan terbatas ayang kumiliki. Lalu aku berusaha mengendalikan apa yang bisa, dan bereaksi sebisa mungkin dengan penuh hat-hati. seandainyapun keliru seharusnya tidak terlalu fatal. yang jelas jangan sampai menjadi beban, apalagi membuat stress.
Aku sering membicarakan hal perubahan tubuh bersama teman-temanku. Mungkin aku yang begitu gampang menerima dengan baik perubahan yang terjadi, sebagian temanku malahan sering kelimpungan dan teriak-teriak dengan apa yang berubah pada tubuhnya. Sebagian yang lain memberikan gagasan mengenai cara untuk meningkatkan penampilan.
Sahabat dekatku Kaira, dia memilih tetap mengenakan jilbab yang dipakainya sejak kecil, cara berjilbabnya sederhana tapi sangat menawan, membuatnya tampak anggun dan lebih dewasa. Sering kali aku iri dengannya. Cantik dan solehah.. Tubuhnya tinggi, putih berseri-seri, meski tampak tenang tapi jangan sekali-kali menggodanya, dia bakalan galak dan bisa membuat malu cowok mengganggunya. Kebaikan hatinya luar biasa, aku sangat nyaman berada didekatnya. Dia pelindungku di sekolahan, terutama dari cowok-cowok yang sering menggodaku. Meskipun aku kalah cantik dari Kaira, tetap aja ada yang menggodaku, terutama yang nggak berani menggoda Kaira, jadi sering kali aku jadi sasaran.. Kaira tak bisa dibandingkan dengan siapapun, kecantikanya terpancar dari cara dia menatap dengan penuh ketulusan. Aku sering membandingkan Kaira dengan artis-artis di Sinetron.. tapi Kaira jauh lebih menawan. Tapi yang membuatku heran, Kaira sama sekali tak peduli dengan kecantikannya. Sementara sebagaian gadis yang lain sibuk dengan menunjukan kelebihan-kelebihanya dan menutupi kekurangannya.
Ada lagi yang lainnya, yang setiap hari menimbang badan dan sambil menyumpahi beratnya yang nggak kunjung berkurang..
Apa yang diajarkan ibuku memang sangat berguna,  memperbaiki penampilan memang penting tapi ada yang lebih penting yaitu menjaga sikap dan terus memperbaikinya. Ibuku juga bilang jika kita merasa sesuatu yang kurang pada wajah atau tubuh kita, setiap kali bercermin hanya itu selalu terlihat, seakan-akan dunia mau kiamat, padahal bagian yang lain dari tubuh kita sebenarnya sangat mempesona, entah rambutnya, atau matanya. Nggak usah terlalu ditonjolkan sehingga memenuhi semua yang ada, melainkan di sukuri dan dijaga. Setidaknya dengan itu rasa percaya diri kita meningkat.
Bagiku Kaira memiliki rupa yang sangat mempesona yang harus bergembira setiap hari, setiap bagun tidur dan menatap dicermin adalah wajah cantik tanpa perlu polesan. Anehnya dia sangat biasa saja, dia selalu bahagia tapi bukan karena berwajah cantik dan rupawan, tapi dia selalu bahagia.. entahlah, aku pikir seandainyapun dia bertubuh gembrot atau kurus kaya paku, dia akan tetap bahagia, baginya segala apa yang harus dimiliki haruslah diterima dan disukuri.. mungkin itulah salah satu jalan menjadi bahagia atas apa yang kita miliki. Belajar melihat gambaran yang lebih besar dan mengubah cara berpikir.
Akupun selalu bersukur atas apa yang dikaruniakan. Jangan selalu melihat kekurangan diri hingga tidak bisa menikmati hidup. Meski sering kujumpai para remaja yang mencoba berbahagia dengan menutupi sesutu yang menurutnya adalah kekurangan. Kata ibuku belajarlah menerima diri sendiri, kita bisa memilih untuk menerima keadaan sebagaimana adanya atau terus memikirkan perubahan perubahan pada tubuh kita seperti yang kita inginkan. Meluruskan rambut, mengganti-ganti warnanya mungkin masih biasa, tapi mentato alis bahkan operasi hidung agar mancung, membentuk dagu yang indah tentu sudah tidak wajar.

teringat dulu ketika aku marah saat aku mendapatkan hukuman dari ayah ibuku, untuk tidak keluar rumah, sepanjang hari diliputi rasa kesal, mengerutu. dan gundah gulana, Lama-kelamaan aku mulai menyadari bahwa perasaan semacam itu justru menyusahkanku sendiri.. Setelah aku memikirkan berbagai kesalahan sehingga aku terkena hukuman, aku mencoba untuk berjanji untuk tidak melakukannya lagi, Begitupun selama aku menghadapi hukuman tersebut aku berusaha untuk mengisi dengan aktifitas yang bisa aku kerjakan, menulis atau pun membaca buku. Tentu ini lebih baik daripada berlama-lama menggerutu dengan perasaan kesal sehingga menderita sepanjang masa hukuman itu.
Aku menyebutnya, menikmati hukuman.
Mungkin kejadiannya menyerupai bagaiman kita berdamai dengan bagian tubuh kita yang tidak kita senangi, senang tidak senang tubuh kita adalah milik kita yang harus kita terima, daripada sepanjang waktu kita menyesali dan berperang terhadapnya yang jelas tidak akan berubah.
Aku pikir merubah cara pandang kita sehingga kita nyaman dengan sesuatu yang mesti kita hadapi, berdamai dengan tubuhku yang tidak tidak tinggi, berdamai dengan kulitku yang tidak putih, badanku yang terlalu kurus.. atau juga buat temen-temenku agr berdamai dengan jerawat yang tumbuh, mulut yang maju, gigi yang berantakan dan banyak lagi.
Memandangi diri dari luar, meneliti bagian-bagaian tubuh.. semua harus disyukuri. Sebagian mungkin masih bisa dilakukan penyesuaian-penyesuaian kecil pada bagian tubuh, setidaknya menambah  unsur estetika yang tentunya bijaksana.
Bukankah dengan memandang dan mengevaluasi setiap bagian-bagian tubuh dan lalu menyadari semua kenyataan yang ada ini akan memperbaiki logika kita.
Ingat dulu, atau bahkan terkadang sekarang, membayangkan mempunyai wajah cantik seperti bintang film.. dan melakukan berbagai imaginasi.. hmm mungkin kelihatan konyol..
Namun sekarang ini, setelah meluangkan waktu untuk berpikir, merasakan, dan membandingkan dengan orang-orang yang bertubuh tidak sempurna.. Tentu aku segera intropeksi diri.. Setidaknya ini mengalihkan obsesi atas ketidak sempurnaan pada diriku.
Melihat, memperhatikan, memikirkan.. hmm begitu banyak energi yang hilang hanya pada satu hal ini saja. Mungkin sebagaian banyak remaja terkungkung pada masalah ini.. Memperbaiki penampilan, mengikuti mode yang sedang trend, memilah-milah, mematutkan diri.. hanya sebuah nilai nyaman yang dibayar mahal. Menyita waktu, mengambaikan berbagai hal yang lebih penting. Dan yang lebih parahnya, sebagian banyak temanku yang krisis kepercayaan diri hingga apa yang didapati didepan cermin adalah sebuah mahluk yang penuh kekurangan.
Tentu lelah dan penat.. dan aku sama sekali nggak mau terjebak.
 Kebersahajaan.. hmm mungkin sebuah kata yang melambung-lambung. Tapi itulah yang aku dapatkan.. Jangankan kekurangan, kelebihanpun kita hadapi dengan bersahaja.
Merencanakan langkah-langkah untuk memperbaiki apa yang menurut kita sebuah kekurangan, tentu hal yang baik, namun ada batas-batas kewajaran. Setidaknya kita harus bahwa menuruti hasrat hati tidak akan pernah terpenuhi. Janganlah pernah tersibukan hanya oleh hal ini hingga yang seharusnya kita lakukan justru terbengkalai.
Perlu ada keputusan untuk berbuat sesuatu, meski nggak mengikat, agar kita nyaman dengan kondisi kita tanpa merasakan berat dan penatnya memikirkan berbagai kekurangan diri. Sehingga kita lebih bisa berkosentrasi ke berbagai hal yang semestinya kita lakukan.
Seiring pertumbuhan kedewasaan, kita menciptakan berbagai barometer kenormalan, melalui pemikiran persepsi dan definisi.
Dulu aku sering sekali membadingkan diriku dengan temen-temen sekelasku, tentanggaku, atau orang yang aku jumpai dijalan, bahkan bintang film sekalipun, dan aku pikir normal, bahkan dengan demikina juga banyak pemikiran yang aku peroleh disamping untuk mengukur keberadaan diriku sendiri.
Tentu kebersahajaan perlu turut terlibat dalam menilai pandangan-pandangan yang aku dapatkan, menjaga agar kita tidak rendah diri apalagi menyombongkan diri. Ketika aku merasa lebih baik dari orang lain, lebih pandai, lebih populer tentu jangan sampai melenakan diri, apalagi ketika saatku ini adalah hanya pemikiran anak remaja yang belum dewasa. Aku harus menyadarinya dan jangan sampai rasa sombong apalagi pongah merasuki hatiku.
Mungkin sebagian temenku masih belum menyadari banyak hal, bahkan sebagian lagi mereka membuat standar yang aneh setidaknya menurtuku, tentang pandangan terhadap trend gaya mode kecantikan maupun ketampanan. Misalnya membandingkan dengan cowok sampul majalah lelaki maupun para covergirl. Kenormalan bagi mereka bergeser arah yang lebih tinggi menjadi sebuah impian yang harus dicapai, atau setidaknya buat bahan pembicaraan mereka, yang seakan-akan mereka adalah remaja masa kini.
Bagiku, berpenampilan secara wajar itulah kenormalan. Meski tak aku pungkiri ada dandan yang agak berbeda dengan orang lain sebagai cirikhasku tapi sepanjang tidak aneh, masih wajar saja. untuk hal ini aku pikir ketidak seragaman justru membuat harmonisasi semakin indah. Tentu kalo sebagian benyak orang mirip-mirip saja pasti akan meimbulkan kebosanan. Sisi-sisi kreatif setiap individu menimbulkan keunikan, dan yang terpenting bagiku adalah menghargai setiap perbedaan yang ada pada masing-masing orang, meskipun aku pikir adalh lebih baik atau lebih bijaksan bila seperti ini atau seperti itu. tapi bagaimanapun memandang mereka yang beda dengan tatapan kasing sayang merupakan hal yang selalu aku lakukan. Dan bagiku keunikan setiap temen-temenku kuhargai sebagai keistimewaan.
Temen-temanku adalah sebagian dari diriku, sejujurnya aku lebih menyenangi mereka dengan apa adanya mereka, dan akupun berharap mereka menyenangi diriku dengan apa adanya diriku.
Menjadi diriku saat ini tentu tidak pernah sama lagi dengan diriku nantinya, seperti halnya aku yang dulu. Semua berjalan, berubah, memasuki masa-masa baru bersama pemikiran yang berkembang, emosi yang mulai terkontrol.
Keberadaanku saat ini, adalah yang terasakan oleh tarikan nafasku,kesadaranku, dalam terpejamnya mataku, degup jantungku.
Menghadapi keberadaanku saat ini, adalah hal yang takkan pernah sama terulangi lagi. dan menjadikan kesadaranku pada puncak tertinggi, bersukur terhadap apa yang telah aku terima, menghormati perbedaan setiap individu, memahami kondisi diri, memikirkan berbagai keinginan dan hasratku, menentukan arah tujuan hidup dan membuka diri terhadap berbagai gagasan yang baru aku dapati.
Karena keberadaanku saat ini akan berbeda dengan keberadaanku nanti, seperti bedanya keberadaanku dulu.



21/01/12

sepotong episode


Hela nafas di sepertiga malam yang indah, flash back semua luka, semua tawa, semua kecewa yang pernah ada.. apakah ini yang di namakan realita kehidupan yang takan pernah ada ujungn nya sampai nafas berada di kerongkongan?? Sungguh rencana-Mu luar biasa Tuhan..
kau ciptakan sedih dengan air mata mengiringinya,
kau ciptakan bahagia dengan tawa menyertainya..
kau ciptakan luka dengan hati yang merasainya ..
aku hanyalah manusia biasa yang kerap di perbudak oleh sandiwara makhluk ciptaan-Mu Tuhan.
Karenanya semburat senyum bahagia tercipta,
karenanya air mata berbicara,
karenanya hati ini berupaya menerima maaf yang tak terduga
sungguh..
scenario Mu Tuhan.. sangatlah indah dirasa
hanya waktu yang dapat membatasinya..
sampai aku dan mereka tersadar, bahwa
semua akan indah pada waktu-Nya

17/01/12

mocca - let me go

Your voice is just so tender and you ask for a sweet surrender, I know you're a pretender, do you mind Dear I don't need it.

Your hypnotic compassion always grabs my attention, those lines are persuasions just give it a rest.

Perhaps you know my biggest weakness, to accept your sweet politeness,



and obey your words of kindess,
 
won't you let me go,



Let me go  , Are you listening so please just let me go

Let me go,
Are you listening so please just let me go because you drive me insane so please just hear what I say, I beg you Honey, won't you let me go.

You're sure I asked for a sweet surrender? 'cause I think you are so tender, I'm a great pretender, and ofcourse Dear, you sure need it.

I sure know your biggest weakness,
You'll accept my sweet politeness, and obey my words of kindness, I won't let you go,
Let me go , Are you listening so please just let me go
Let me go 2x , Are you listening so please just let me go because you drive me insane so please just hear what I say, I beg you Honey, won't you let me go.

I know you twist things around on the tip of your tongue, I beg you Honey, won't you Let Me Go!

15/01/12

MOVING ON !

RE-SOLUSI .... !!!
-gue musti move dari yang namanya penyakit galau .
2012 masih nangisin cinta??
ngga penting juga kali yah???
.kalo pada dasar nya cowok itu tukang nyakitin, buat apa juga di deketin??
selektif duooong...
bicara kasih sayang???
cewek itu emang pada dasarnya penyayang! tapi yang miris, sadis, tragis itu.. kalo cewek udah ngarep KASIH SAYANG dari yang namanya cowok! -___-"

jangan sampe deeeeh !!
nanti kisah nya tragis kaya gue -_-''

siapa juga yang nyangka cowok folos, full perhatian, dan sufer baik itu, ternyata tanpa alesan yang jelas DIA TEGA:

ninggalin lu gitu aja
tanpa keterangan
mencampakan lu gitu aja
tanpa penjelasan

Dan yang pastinya.......
lu yang udah terpesona dan terhipnotis sama semua
perhatiannya
harapan-harapan nya
sanjungan-sanjungan nya
dan dia udah bawa lu terbang keangan
sejauh-jauh nya
setinggi-tinggi nya
dan kemudian..
LOE
DIA lepas gitu aja.

Tuuuuiiiiiiiiiiiinnnnnngggggg..................BRRRRAAAAAAAAKKK#@$(&&%^&^&^$^$%#^%&%^%

X(
sakit kan lu?? kapok kan lu?? ga mau lagi-lagi kan yang namanya jatuh cinta?????

hhaaaaaaaha makanya lu selektip dong!
semua kembali lagi  pada diri lu sendiri, dan cuma lu sendiri yang bisa nilai mana yang serius mana yang kagak, mana yang musti pake hati mana yang musti pake logika.
2012 cewek itu musti berpikir cerdas masalah cinta.

dan untuk gue, juga lu yang mungkin ngerasa lagi down gara-gara cowok, mendingan lu segera moving on!!
percuma juga kali nangisin cowok, buang-buang waktu percuma, buang-buang air mata, bikin mata lu sembam dan ga cantik lagi waktu lu datang ke sekolah.
kenapa juga di saat lu lagi berkabung, waktunya ga lu pake buat intropeksi diri, ibadah.. biar hati dan pikiran lu jadi sehat lagi..!
NAAAAAH kalo hati dan pikiran lu udah sehat, lu refresh tuuuh jiwa lu sama hang-out, maen game, kumpul bareng temen, ngerjain tugas, atau apapun lah aktivitas yang bikin lu lupa sama dia.

dan yang pasti, lu musti hapus semua tentang dia di kehidupan lu,

nomer hape, sms, inbox, sent item, draft, foto2, barang, kalo perlu lu hapus dia dari fb lu,twitter,bm,ym,fs (kalo masih ada) pokonya cntrol diri lu biar ga kontak lagi sama dia :)

insya Allah........
dengan kaya gitu lu bakal cepet lupain dia :)

single BRING IT ON!!
keep moving on juga deh :)
 

AKSI = REAKSI

AKSI = REAKSI
kesuksesan itu real ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan fasilitator ataupun di tempat kita sekolah :) saya bisa ada di antara mereka karna upaya saya sendiri :)