Social Icons

dengan menyebut nama Allah

18/09/12

Sendiri Engga bikin Mati !

Dear reader ..
Banyak yang bilang kalau saya punya banyak sekali teman, entah teman sekolah, teman main, teman kenalan dan lain sebagainya. Dan saya pun mengiyakan itu. Meskipun saya banyak teman, tetap saja saya merasa dihinggapi sepi. Sebenarnya, punya banyak teman belum menjamin kita tidak akan merasa kesepian dan kebaikan teman juga belum tentu membuat kita tidak berjalan sendirian.


Sebagai makhluk hidup, pasti suatu saat kita akan mengalami yang namanya berjalan sendirian. Entah karena kita merasa kesepian, tidak ada yang bisa memahami perasaan kita, tidak ada tempat yang tepat untuk berbagi resah, atau bahkan kita memang benar-benar sendirian. Lihat tumbuhan yang hidup sendirian di tanah lapang yang tandus, kerontan, misalnya kaktus. Lihat ular atau hewan apa saja yang sendirian. Apa mereka merasa takut? Enggak kan? Buktinya mereka sering sendirian.


Jangan takut! Berjalan sendirian tanpa seorang teman akan menimbulkan rasa kesepian, kemudian muncullah keputusasaan dan patah semangat. Dari sanalah kita dituntut untuk mandiri, yah, biar bisa siap aja kalau misalnya suatu saat nanti kita akan berjalan sendirian. Toh, kalau mati kita juga akan sendirian kan?

Sendiri bukan untuk ditakuti. Justru kesendirian adalah tempat untuk menumbuhkan kesadaran diri agar bisa membangun pribadi yang mandiri, selalu berinstrospeksi. Namun, kalau suka menyendiri bukan berarti nggak butuh teman ya.. menyendiri juga butuh teman. Itu hanya salah satu karakter manusia. Mereka yang menyendiri sampai kapanpun akan membutuhkan teman, hanya saja tidak setiap waktu ia menginginkan teman selalu menemani dan ada disampingnya. Soalnya dia mengerti bahwa teman itu pasti punya kepereluan lain dan beda kepentingan dengannya sehingga ia tidak mempermasalahkan teman yang tidak menemani selalu.

Tetaplah bahagia meski sendiri, sepi tidak membunuh kita, melainkan kitalah yang harus membunuh sepi itu. Lakukan kegiatan yang positif ketika sendiri, dan rasakan bahwa sendiri bisa melatih kita untuk benar-benar berdiri.

Di dunia ini kita tidak akan berjalan sendiri kok. Pasti ada Tuhan yang akan menemani dan membimbing langkah kita.

Hidup Masih Indah kok!


Banyak orang mengatakan bahwa hidup itu indah. Ya, itu benar. Tapi, lebih banyak lagi yang mengatakan kalau hidup adalah permainan dan sandiwara. Memangnya kita dibayar berapa untuk mau bersandiwara??
Skenario yang diciptakan Tuhan memang sudah ada. Tapi setirnya itu ada di tangan kita. kendalinya ada ditangan kita. kalau kita mau berhenti, ya kitalah yang memberhentikan skenario itu. kalau kita mau lurus atau belok sekalipun, itu juga karena kita yang memegang setirnya. Tuhan hanya melihat sejauh mana kalian mengikuti skenario itu.


Jadi indah tidaknya hidup tergantung dari kitanya sendiri. kalau kita bikin susah, ya silakan bersusah-susah. Sudah banyak duit, banyak mobil, tapi kalau perasaannya merasa susah, ya pasti tidak indah. Perasaan itu kita sendiri yang mengendalikan. Bukan Tuhan lagi, karena Tuhan hanya menunjukkan skenario mentah yang harus kita oleh sendiri. begitupula sebaliknya, kalau kita tidak punya banyak uang lantas kita menetapkan hati untuk selalu berbahagia, karena bahagia tidak diukur dari materi, ya pasti kita akan bahagia. :D

17/09/12

Make it Flow~


Dear bloger .. salam hangat buat para reader setia anee . juga buat kamu hey si kece yang setia nongkrong di depan panggung waktu ane try out . so special, thank you very much …
Malam ini penuh dengan kepulan asap putih bernikotin .. malam ini karpet merah itu penuh dengan sekar bertaburan dimana mana .. life its easy, enjoy it ! sungguh aku nikmati ini semua, sedih,marah kecewa, terluka, hancur bahkan merasa tak berdaya, tak berguna yaaaa nikmati saja .. ini kan hidup inikan indah .. dan aku berusaha survive, berusaha menikmati dengan cara ku sendiri ..
Reader.. terkadang sesuatu yang kita inginkan gak selalu bisa kita dapatkan, tapi apa yang telah kita lakukan  tak akan jadi sia-sia… hal yang musti di garis bawahi, di bold, di garis miring, di capital dan di tinta merahi adalah “APA YANG TELAH KITA LAKUKAN  TAK AKAN JADI SIA-SIA” banyak hal yang telah kita lakukan selama nafas ini masih ber alun indah di kerongkongan .. hal yang manfaat, hal yang tak manfaat, hal yang konyol hingga hal yang tak logispun tentunya pernah kita lakukan .. lantas apa yang   kita dapatkan dari semua yang telah kita lakukan ?? just one word “Experience” yap ! pengalaman.. sebelum dilanjutkan tulis menulis ini saya mau berterima kasih terlebih dahulu kepada Tuhan (Alloh) yang telah berkehendak mempertemukan mamah sama ayah, kemudian mengAnugrah kan cinta terhadap mereka, sehingga lahirlah sesosok manusia yang lemah dan hina ini.. yang lemah dan hina yang tentu nya sangat berambisi menggapai cinta dari segala cinta yang kekal dan abadi, yang tak lain adalah cinta sang Rabbil izzati… terima kasih juga untuk memberikan banyak ujian yang telah mendatangkan pengalaman yang sangat indah.. sangat sangat indah.. #hehe percaya tak percaya saat ini air mata ku menitik, padahal ga sedih (ya entahlaaah .. )
Adele –  set fire to the rain
I let it fall, my heart,
And as it fell you rose to claim it
It was dark and I was over
Until you kissed my lips and you saved me

My hands, they're strong
But my knees were far too weak
To stand in your arms
Without falling to your feet..
Reader.. malem ini separuh dari aku hilang entah kemana …
Reader .. malem ini rasanya aku ingin menelan habis waktu yang mengombang ambingkan raga yang sangat rentan akan kemunafikan..  reader, saat ini aku ingin memeluk ragaku dan menghabiskan sisa air mataku untuk menyesali akan kesakitan yang telah kulakukan terhadap diri ini.. mengapa selalu ada yang memaksa dan di paksa, pengapa selalu ada rasa yang tak dirasa, mungkin karna jiwa ini terlalu gersang untuk menghirup partikel-partikel udara yang Engkau ciptakan.. sehingga diri ini menjadi aral dan arogan untuk ikhlas menerima pahitnya kehidupan,, dan
sekarang aku sadar..
Cinta itu lebih kuat merusak raga yang tadinya utuh menjadi sangat rapuh..
Sekarang aku sadar..
Bahwa di dalam kekuatan ini, aku terlahir sangat lemah ..
Dan
Aku sadar .. datang dan perginya cinta tak bisa di paksakan, hanya saja ada kelelahan yang menjadi batas mengalirnya cinta .. dan aku telah berada dibatas kelelahan.
Semoga keindahan itu kelak menjadi nyata, nyata di atas kebahagiaan jiwa yang tak sabar menanti cinta..kapanpun tibanya saat itu, dimanapun tempatnya saat itu..demi bulan yang menantikan cahayanya, aku akan menunggu …

29/08/12

Enyahlah ! segera!


Selalu saja begini. Kau menarik ulur hatiku yang sakitnya tak terperih. Dan yang paling perih, ternyata kau tak pernah peduli meski tubuh ini dikubur duri.

Tubuh? Tak masalah jika hanya terkubur duri, tapi jika hati, yang lemah ini tergore sedikit saja duri, sakitnya akan menghilangkan puisi dari maknanya, sakitnya akan merobek kata dari frasa frasa.

 Jika untuk mengulangi lagi kesalahan yang sama, kenapa kau harus singgah ke hati yang terlanjur hancur ini.

Kedatanganmu memang memberikan keteduhan, meski lebih banyak lagi kehancuran.

Aku memang selalu menunggumu hingga hilang setengah sadarku.
 Entah pada malam keberapa, aku benar benar lelah. Meski aku tau, cinta tak kenal lelah.

Tapi, manusia sepertiku, hanya punya cinta yang lemah, meski kata mereka, cinta selalu memberikan kekuatan.

Kekuatanku, sudah kau hisap bermalam malam. Dan aku lemah sudah, dan cinta, melemahkanku, meski tak untuk lemah selamanya.

Aku hanya ingin lemah, ketika kau benar benar sudah tertelan cahaya hitam dari hidupku. Maka, enyahlah! Segera! Agar lemah itu, hilang, pula.


Dua Arah


Hari kembali malam. Berangsur menggelap, lalu pekat. Di saat seperti ini, kenangan kelam itu kembali datang. Menghampiriku dengan jutaan bimbang.

Aku harus berani, berjalan di antara dua arah, yang tak ku tau akan membawaku kemana. Aku harus memilih satu di antara dua. Dia atau kamu.

Dia dan kamu. Dua raga yang sama sama mengisi hati dan hari. Kamu memenuhi hatiku dengan namamu, dan dia, meemnuhi hariku dengan cintanya. Ada ada dua beda pula. Dia mencintaiku, tanpa aku mencitainya. Dan aku mencintaimu, tanpa kamu menaruh cinta untukku.

Ketika malam menjemput, jujur aku selalu takut. Aku takut merindukanmu, tanpa harus memilikimu. Aku takut ketika dia datang menemaniku, dan hati serta pikirku masih terpagut padamu.

Ketika malam menutup hari, aku juga takut. Karena saat saat seperti inilah, kamu telah beradu mesra bersamanya. Menggandeng tangannya, dan membuatku ingin menutup mata. Aku cemburu, kenapa orang itu bukan aku?

Dan dia, pun cemburu. Kenapa harus kamu, yang ada dipikir dan relung kalbuku.

Di antara dua arah ini, aku memang harus memilih satu. Aku memilihnya, bukan karena cinta. Tapi karena logika yang suatu saat nanti bisa menumbuhkan cinta baruku, untuknya, selamanya.



melepas gundah


Seperti malam yang gelap ini,
seperti layaknya sepi dan sunyi yang mulai bergemuruh..
seperti aku sendiri di antara gelapnya malam yang kelabu..
Ya,
Aku dan kamu terbawa arus beku dalam keheningan cinta

Terkadang sulit aku menebak bagaimana hati ini berbicara,
hanya saja aku tak habis pikir mengapa semudah itu hati ini berubah¸ seperti berjelaga dalam tandusnya gurun sahara,
seperti daun-daun yang jatuh tertiup angin yang tak tentu arah ..
mengapa tak ku bunuh sepi dengan bernyanyi riang di bawah kumpulan awan .. mengapa tak kubawa tangis pada-Nya sang pembawa kebenaran dan pembawa kepastian..
Ya,
Aku dan kamu terbawa arus beku dalam keheningan cinta..

Terbagi

memunguti kata-kata yang berserak di altar hatimu: entah untuk siapa
membuat jemariku sakit, tertusuk pecahan air mata
tiada lagi patahan pelangi di kala hujan reda
sebab kau rampas segenap pendar cahaya hingga peluhnya; untuk dia

aku hanya bisa apa, apa yang aku dapatkan?
selain sisa-sisa rayumu semalam. serta sebutir irisan mantra kata-kata cinta yang sudah tidak ada gairah
 

AKSI = REAKSI

AKSI = REAKSI
kesuksesan itu real ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan fasilitator ataupun di tempat kita sekolah :) saya bisa ada di antara mereka karna upaya saya sendiri :)