Social Icons

dengan menyebut nama Allah

24/12/10

sebuah cerita awal dari bahagia .

terdengar suara ribut" di kantor muallimien, tidak lain adalah para santri yang hebring membicarakan tentang rangking ..
saya yang pada saat itu berdiri di samping pintu masuk pun diam sejenak, terpaku dan khidmat dalam kebisingan.. seolah olah di telingaku ada yang berbisik. "rapoot...nilai...rangking...orang tua..." lalu tiba-tiba temanku datang menghampiri.


wajah nya mengacaukan pikiran ku.. mengingat ketika saya tampil membacaan puisi di acara kreasi seni pembagian raport , dia mengganggu ku . hingga ekspresi ku pun kaku di buat nya, menyebalkan!
dia datang lewat di hadapan muka ku sambil memasang expresi 'najonk' zzz sugar sekali dia (sungguh garing) aku pun kembali untuk berbaur dengan orang" di kantor.
ketika memasuki ruangan pemandangan yang pertama saya liat adalah sesosok asatidz dengan wibawa nya sedang sibuk bermain laptop lebih tepat nya lagi mungkin sedang 'kerja' tidak lain beliau adalah kepala sekolah kami. bpk.Rosihan Fahmi .. lalu aku datang menghampiri nya .. memberi senyum dan menyapa, lalu dia melirik dan menyapa ku dengan nama panggilan..
Fiqooh .. ^_^
eh ustadz.. :) sibuk rupanya.
ya beginilah .
siph, ! semangat ustadz .

aku pun meninggalkan tempat dmana ia sibuk bekerja ..

suara berisik para akhwat yang sdang 'ngorbrol masih terdengar.
ga beres" perasaan masih tentang rapot rupanya ..
hhmm.. pegel jalan" terus aku pun memutuskan untuk duduk-duduk di sofa paanjang yang kosong ..
menghela nafas panjang.. terdengar suara wanita yang berbicara dengan penuh kebijaksanaan ..
'nak sekarang kalian udah besar,
bukanlah rangking yang kita liat , melainkan kefahaman kalian terhadap ilmu tersebut..
apabila kalian bisa mengamalkan, mempraktekan dan menjaga ilmu yang kalian dapat. maka disitulah dapat dilihat tingkat potensi yang kalian miliki ..sebaik-baiknya manusia adalah yang mengamalkan ilmu nya.

kata" yang menenangkan jiwa yang sedang kebingungan..
senyum pesimis sambil berpikir..
lantas mereka yang congkak akan prestasi yang mereka dapat?
juga mereka yang punya banyak ilmu tanpa di amalkan?..

hmm, bagaimanakah mereka kelak?
ketika tiba saat segala sesuatu di pertanggung jawabkan,
ketila logika hanya buaian kata-kata yang berterbangan.
tidak berarti apa-apa... 
tidak lain segala sesuatu akan di kembalikan kepada Maha Pemilik...
yang aku pikirkan pada saat itu "aku tak mempunyai apa-apa semua ini hanyalah titipan"
termasuk hati dan perasaan yang bersangkut akan jiwa-jiwa yang liar berkeliaran ...


kenapa aku harus ada di tempat ini.
sungguh ketika mereka datang penuh dengan senyuman, dan memancarkan aura kekeluargaan yang takpernah kurasa aku iri. menangis bukanlah solusi .. berteriak hanyalah membuat mereka bingung.

diam. dan tersenyum.. xpresi yang kerap aku beri pada mereka, hanya kadangkala aku bosan.. kutelan bisikan syetan, kembali ku dalam kesesatan. Tidak !! sungguh aku berlindung kepada-Mu ..
hancur ketika aku dalam posisi itu.
aku ingin bebas! aku ingin tertawa lepas! aku inin menangis air mata bahagia .
hal yang langka yang aku idam" kan ..

hidup ini adalah sebuah realita,
kemurnian yang dipenuhi sandiwara .. ironis
bagai sulaman di hadapan jarum,,

bangkitlah ya Rofiqoh .. berfikir tanpa bergerak hanyalah sia-sia ..
move on .. move on .. move on ...

masa depan akherat oh akherat ...
aku nantikan saat-saat bahagia itu . AKU HARUS MEMPUNYAI END YANG BAHAGIA ,, ingat itu.


aku slalu berdo'a ..
ya Rabb kuatkan mental ini .

0 komentar:

Poskan Komentar

 

AKSI = REAKSI

AKSI = REAKSI
kesuksesan itu real ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan fasilitator ataupun di tempat kita sekolah :) saya bisa ada di antara mereka karna upaya saya sendiri :)